Surabaya Post
Senin, 10/12/2012 | 11:49 WIB
JAKARTA - Hasil jajak pendapat Institute Survei Indonesia (INSIS)
menunjukkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sebagai
politikus muda paling populer. Namun, popularitas itu tidak diikuti oleh
tingkat akseptabilitasnya.
Survei itu dilakukan sejak 16
November hingga 4 Desember 2012. Sebanyak 1.070 responden dari 33
propinsi dilibatkan dalam jajak pendapat ini. Survei ini menggunakan
metode multi-stage random sampling dengan margin of error 3 persen dan
tingkat kepercayaan 95 persen.
Popularitas Anas mengalahkan
sejumlah politisi muda lainnya, baik dari Partai Demokrat maupun partai
lainnya. Anas menjadi politisi muda terpopuler dengan dipilih oleh 82,05
persen responden. Kemudian disusul politisi Partai Golkar Priyo Budi
Santoso dengan 77,10 persen; Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Hidayat Nur Wahid 74,11 persen; politisi PDI Perjuangan Pramono Anung
73,73 persen; dan Puan Maharani dengan 71,49 persen. "Popularitas Anas
tinggi karena dia mendominasi pemberitaan. Tapi pemberitaanya kebanyakan
negatif, sehingga dia tidak disukai," kata peneliti INSIS, Mochtar W
Oetomo, dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Minggu (9/12).
Namun,
popularitas Anas itu tak sejalan dengan tingkat penerimaan
(akseptabilitas) di masyarakat. Dari nama-nama yang populer tersebut,
akseptabilitas Anas paling buruk. Di antara tokoh itu, Priyo menjadi
politisi yang akseptabilitasnya paling tinggi dengan dipilih 53,73
persen responden, disusul Puan Maharani 51,02 persen, Pramono Anung
49,53 persen. Sedangkan Anas hanya dipilih 37,47 persen responden.
Demikian
juga dengan elektabilitas atau tingkat keterpilihan. Priyo Budi Santoso
masih di posisi teratas dengan dipilih 10,37 persen responden. Disusul
Pramono Anung dengan 9,25 persen, dan Hidayat Nur Wahid 8,41 persen.
Anas hanya menempati urutan ke lima dengan 7,10 persen suara.
Dari
hasil tersebut, ada empat nama politisi yang dianggap potensial menjadi
calon presiden pada pemilu 2014 dan bahkan pada 2019 mendatang. Mereka
adalah Priyo Budi Santoso, Puan Maharani, Pramono Anung, dan Hidayat Nur
Wahid. "Keempat politisi muda tersebut memiliki modal sosial dan
politik yang signifikan untuk bertarung di Pilpres 2014 dan 2019,"
ujarnya. viv
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar